|
Tuesday, 18 August 2009 11:47 |
|
Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia XVII telah dilaksanakan pada 30 Juli-1 Agustus 2009 di Bukittinggi, Sumatera Barat, dengan ketua umum terpilihnya adalah Darmin Nasution, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Hasil kongres tidak cukup membuat kita memberikan apresiasi terhadap tindak lanjutnya bagi perekonomian Indonesia. Padahal, inilah momentum yang sangat tepat jika kita memberikan perhatian terhadap perbaikan sistem ekonomi mainstream (kapitalisme-liberalisme) yang telah memengaruhi sistem ekonomi dunia dan terbukti selalu krisis. |
|
Read more...
|
|
|
Friday, 17 April 2009 09:16 |
Kemiskinan dan pengangguran adalah permasalahan yang banyak dihadapi oleh berbagai negara, tidak terkecuali Indonesia. Bahkan Organisasi Buruh Internasional (ILO) memperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah penganggur yang diakibatkan oleh hilangnya 51 juta jenis lapangan pekerjaan sebagai dampak dari resesi dunia. Resesi dunia mengakibatkan peningkatan pengangguran dari 6 persen (2008) menjadi 6,5 persen atau bertambah lagi jika dibanding pada 2007 yang hanya 5,7 persen dari penduduk dunia. Dibandingkan dengan negara-negara maju, jumlah angka kemiskinan dan pengangguran di negara-negara berkembang relatif lebih besar, walau krisis ekonomi dan keuangan saat ini akan menambah jumlah populasinya. |
|
Read more...
|
|
Friday, 17 April 2009 09:06 |
| Perubahan drastis yang terjadi dalam perekonomian dunia akibat krisis ekonomi dan keuangan akhirnya membuat keraguan atas mangkusnya sistem kapitalisme-neoliberalisme. Hal itu diperkuat dengan kebijakan penyelesaian krisis Amerika Serikat (AS) melalui campur tangan pemerintahan Barack Obama dengan paket stimulus sebesar 787 miliar dollar AS. Paket stimulus itu merupakan respons terhadap penyelesaian krisis yang tidak bisa diselesaikan oleh mekanisme pasar. Maka, secara langsung kebijakan itu telah menegasikan kedigdayaan sistem kapitalisme dalam menyelesaikan permasalahannya secara mandiri melalui pasar. |
|
Read more...
|
|
|
Wednesday, 15 April 2009 13:24 |
Judul Buku : Bank Bersubsidi yang Membebani Pengarang : Awalil Rizky dan Nasyith Majidi Penerbit : E Publishing Jumlah Halaman : 286
Dalam praktik perekonomian modern, keberadaan bank ditengah-tengah masyarakat merupakan satu hal yang tidak asing. Masyarakat sangat terbiasa menggunakan bank untuk aktivitas ekonominya, seperti menyimpan uang, menarik simpanan, dan transfer uang. Bahkan dengan semakin variatifnya service yang ditawarkan oleh bank, masyarakat bisa membayar tagihan telepon, tagihan listrik, dan membayar belanja di supermarket lewat service yang disediakan bank. Pendek kata, masyarakat sudah begitu friendly dengan bank. Namun, pengetahuan masyarakat tentang bank pada umumnya sebatas berkaitan dengan kepentingan pragmatis saja, masyarakat pada umumnya kurang memahami bank secara lebih mendalam, terutama kaitannya bank dengan kepentingan ekonomi publik. |
|
Read more...
|
|
Wednesday, 15 April 2009 11:46 |
Sentimen negatif mewarnai pembicaraan tentang kondisi perekonomian Indonesia dalam beberapa bulan terakhir, meskipun dampak buruk dari krisis ekonomi dunia secara riil belum berskala dramatis bagi perekonomian domestik. Tidak bisa disembunyikan adanya kekhawatiran terulangnya krisis tahun 1998. Sejauh ini, memang banyak faktor yang berbeda antara kondisi kini dengan tahun 1997. Pemerintah dan Bank Indonesia memang terlihat lebih siap dan waspada. Ada banyak langkah yang dipersiapkan dan sebagiannya telah dilakukan. Kalangan perbankan yang menjadi pelaku utama krisis 1998 pun telah memiliki acuan prosedur yang jauh lebih baik. Dan yang paling mendasar, kondisi politik kini amat berbeda dengan 1998. Sekalipun suhu politik memanas karena akan adanya pemilu, tapi pada umumnya semua merasa ada kepastian akan soal prosedur suksesi, terlepas dari terpilih kembali atau tidaknya Presiden SBY. |
|
Read more...
|
|
|
|
|
|
| | | |